Selasa, 21 Mei 2024

TARI JEPEN DARI KALIMANTAN TIMUR


 




TARI JEPEN DARI KALIMANTAN TIMUR


PENGENALAN SUKU TIDUNG

Suku Tidung (Melayu: Tidung; Jawi: تيدوڠ) merupakan suku yang tanah asalnya berada di bagian utara Pulau Kalimantan (Kalimantan Utara) dan Sabah, Malaysia. Suku ini juga merupakan anak negeri di Sabah, jadi merupakan suku bangsa yang terdapat di Indonesia maupun Malaysia (negeri Sabah).[1] Suku Tidung semula memiliki kerajaan yang disebut Kerajaan Tidung. Tetapi akhirnya punah karena adanya politik adu domba oleh pihak Belanda.

                            

Tari Jepen merupakan kesenian khas Kalimantan Timur yang dikembangkan oleh suku Kutai dan suku Banjar yang mendiami kawasan pesisir Sungai Mahakam, dengan ragam gerak yang dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu dan Islam.




SEJARAH TARIAN JEPEN

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Tari Jepen adalah kesenian tradisional asal Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Sejarah Tari Jepen sendiri bermula dari tarian hiburan yang dipertunjukkan untuk pengobatan raja pada masa Kerajaan Kutai di Tenggarong.


  Pada 1970-an, Tari Jepen berkembang menjadi tari penyambutan yang ditampilkan dalam upacara perkawinan. Seiring berjalannya waktu, tarian ini juga ditampilkan dalam acara besar, seperti HUT Kota Tenggarong, HUT Samarinda, hingga HUT Provinsi Kalimantan Timur. 

Tari Jepen mengisahkan tentang gadis yang hidup sebagai penduduk Suku Kutai di pedesaan dan memiliki rutinitas berladang. Pada musim panen, tepatnya sebelum fajar menyingsing, setiap gadis dari suku tersebut akan mulai menebar benih. 

Cerita tersebut berlanjut dengan mereka menanam padi, sehingga Tari Jepen menyimbolkan kerja keras dan gotong royong. Ditambah dengan rasa syukur dan doa kepada Tuhan untuk memperoleh hasil terbaik.


Tari Jepen tempo dulu berfungsi sebagai hiburan dalam rangka penobatan raja-raja dari Kesultanan Kutai Kartanegara di Tenggarong dan sebagai tari pergaulan muda dan mudi, misalnya untuk memadu janji, berkasih-kasihan, dan sebagainya. Kemudian, sejak era 1970-an tarian seni rakyat ini umumnya dipergunakan dalam acara penyambutan tamu-tamu daerah, upacara perkawinan, dan untuk mengisi acara dalam hari besar lainnya, semisal HUT Provinsi Kalimantan Timur, HUT Kota Tenggarong, dan HUT Kota Samarinda.


GERAKAN TARIAN JEPEN

Tari Jepen merupakan salah satu tarian yang mempresentasikan kebudayaan Melayu yang atraktif, dinamis, energik, dan bersahaja.


Jepen mempunyai 13 gerak dasar yang terdiri dari:


Gerakan penghormatan, gelombang, sambah penuh, jalan kenyak, seluang mudik, samba setengah, taktim.


Gerakan Tari Jepen sangat kental dengan nuansa Melayu. Gerakannya sama dengan tarian dari Melayu lainnya di Indonesia, seperti Tari Zapin, Tari Bedana, dan Tari Dana. Dalam pertunjukkan, tarian ini terdiri dari dua jenis, yaitu Tari Jepen Eroh dan Tari Jepen Genjoh Mahakam. Tari Jepen Genjoh Mahakam merupakan salah satu jenis kreasi Tari Jepen yang sebagian besar gerakannya murni berasal dari Tari Jepen.


Gerakan Tari Genjoh Mahakam banyak mempresentasikan kebudayaan Malayu.

Adapun, Tari Jepen Eroh adalah Tari Jepen yang tidak meninggalkan gerakan aslinya, seperti pada ragam samba setangan, ragam samba penuh, ragam penghormatan, ragam gengsot, ragam gelombang, ragam anak, dan lainnya.

Dalam bahasa Kutai, kata "Eroh" berarti "ramai atau bergembira". Tari Jepen Eroh memiliki gerakan yang dinamis dan digambarkan dalam suasana gembira.


PROPERTI TARIAN JEPEN


Selendang adalah salah satu properti yang digunakan oleh penari wanita. Properti ini melambangkan ikatan cinta yang suci dan juga penuh dengan kesetiaan. Selain itu, selendang juga memiliki arti sebagai kesiapan seseorang dalam emmbangun rumah tangga. Untuk gerakan yang dilakukan oleh penari wanita yaitu dengan mengalungkan selendang ke leher penari laki-laki.


KESIMPULAN DARI TARIAN JEPEN

Tari Jepen adalah salah satu tarian tarian tradisional dari Suku Kutai Kalimantan Timur yang banyak dipengaruhi dari kebudayaan Melayu dan Budaya Islam. Tarian ini merupakan salah satu tarian yang mempresentasikan kebudayaan Melayu yang dinamis, atraktif, energik, dan bersahaja. Pada dasarnya gerakan dalam tarian ini sangat kental akan nuansa Melayu, yang gerakannya sama dengan tarian berasal dari masyarakat Melayu yang ada di Indonesia seperti Tari Zapin, Tari Dana dan Tari Bedana. Secara genre, Tari Jepen dapat dikelompokkan menjadi Jepen Bahari/Lawas dan Jepen Kreasi. Dalam pertunjukkannya, penari menari dengan balutan busana perpaduan khas Melayu yang kental akan nuansa Islami dan campuran busana khas Indonesia. Dengan tata rias yang minimalis, namun penari tetap terlihat santun dan bersahaja. Saat menari, penari juga dilengkapi dengan selendang sebagai properti menari lainnya. Pada Tari Jepen ini, diiringi dengan musik Tingkilan. Musik Tingkilan merupakan salah satu seni musik khas Kutai. Ada beberapa alat musik yang digunakan yaitu gambus, ketipung, kendang dan juga biola. Selain itu juga diiringi dengan nyanyian yang disebut dengan bertingkilan yang berarti bersahut-sahutan. Nyanyian ini biasanya dibawakan oleh dua orang penyanyi yang saling bersahutan dengan menyanyikan syair-syair yang berisi petuah atau pesan moral. Tarian Jepen ini bisa ditemukan di berbagai acara budaya seperti pernikahan, penyambutan tamu, dan lain-lain.


https://id.m.wikipedia.org/wiki/Suku_Tidung#:~:text=Suku%20Tidung%20(Melayu%3A%20Tidung%3B,maupun%20Malaysia%20(negeri%20Sabah).


https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tari_Jepen#:~:text=Tari%20Jepen%20tempo%20dulu%20berfungsi,berkasih%2Dkasihan%2C%20dan%20sebagainya.


https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tari_Jepen


https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tari_Jepen#:~:text=Tari%20Jepen%20tempo%20dulu%20berfungsi,berkasih%2Dkasihan%2C%20dan%20sebagainya.


https://tarianjepen.blogspot.com/


https://regional.kompas.com/read/2022/11/26/192801678/tari-jepen-asal-gerakan-dan-properti?page=all


https://www.gramedia.com/literasi/tari-payung/


http://katalog.kemdikbud.go.id/index.php?p=show_detail&id=511562


YANG MEMPUBLIKASI: HENDRIK SARONG ALLO


MAKANAN KHAS SUKU TIDUNG, NASI SUBUT

Perkenalan makanan tradisional tidung :


Nasi Subut adalah makanan khas penduduk asli Kabupaten Tana Tidung, provinsi Kalimantan Utara. Berbeda dengan tampilan nasi pada umumnya yang berwarna putih atau merah, Nasi Subut ini berwarna ungu.


Tidak ada yang dapat memastikan kapan awal mula Nasi Subut ini muncul, beberapa masyarakat setempat mengatakan makanan ini telah ada sejak jaman nenek moyang, dengan maksud untuk menghindari makan nasi berlebih.


bahan - bahan membuat nasi subut  :


-500 gram beras


-200 gram ubi ungu


-200 gram jagung manis pipilan


-500 ml liter air


bagaimana cara mengolah nasi subut  :


Langkah pertama yaitu siapkan beras sejumlah 500 gram atau kamu juga bisa menggunakan beras berkualitas, agar nasi subutnya lebih gurih. Kemudian cuci bersih beras, didihkan air, masukkan beras, dan masak beras hingga menjadi beras aron (setengah matang).


Selanjutnya, kupas ubi ungu dari kulitnya, kemudian potong-potong ubi ungu berbentuk dadu. Masukan potongan ubi ungu dan tambahkan jagung dalam beras aron.


Kukus hingga matang.


Setelah jagung dan ubi ungu ditambahkan, kemudian kukus beberapa menit hingga nasi, jagung, dan ubi ungu menjadi matang. Jika sudah matang, angkat lalu sisihkan.


 


 


Kapan makanan khas dimakan :


Nasi subut dapat di makan kapan saja dengan lauk yang beragam salah satunya adalah sate pari yang gurih,namun paling enak ketika makan bersama keluarga tercinta,karena makan bersama apalagi degan orang-orang tercinta dapat mebuat makanan menjadi lebih enak


penutup / kesimpulan :


Nasi subut adalah nasi khas berwarna ungu yang berasal dari suku tidung, nasi ini di campur dengan ubi ungu dan jagung manis kemudian di masak bersama hinga matang.Nasi ini cocok dimakan dengan berbagai lauk dan paling enan ketika makan bersama keluarga dan orang tercinta


 Refrensi :


1. https://budaya-indonesia.org/Nasi-Subut-1


2.https://www.idntimes.com/food/recipe/amp/09-gilang-khuatul-akhmal/nasi-subut-khas-kalimantan-utara-c1c2


3.https://food.detik.com/info-kuliner/d-5133303/nasi-subut-olahan-nasi-khas-kalimantan-utara-yang-legit


 


anggota kelompok


1.Fauzan rabbani


2.adrian edwardo


3.muh. fauzi


4.M.febriansyah


5.M. farish


6.Adli athallah


YANG MEMPUBLIKASI:MUHAMMAD NAUFAL FAUZY RAMADHAN

GAYANG KHAS SUKU TIIDUNG,KALIMANTAN

GAYANG SENJATA KHAS TIDUNG, KALIMANTAN UTARA




Indonesia memiliki ragam suku bangsa didalamnya 

mulai dari cara berpakaian,bahasa,kebiasaan masyarakat,terkhususnya suku tidung.

kali ini saya akan membawas awal mula berdirinya suku tidung,suku tidung adalah suku yang berasal dari daratan asia yang berimigrasi sskitar abad ke 5-1,

kebiasaan masyarakat tidung hidup tidak jauh berdampinggab erat dengan alam,oleh karna itu masyrakat tidak jauh dengan senjata tradisional



Bagian bagian senjata gayang terdiri dari sarung bilah,gagang,dan bagian inti.sarung bilah tersebut dari kayu dan di hiasi dengan ukiran khas selain itu terikat kantong pais yang berisi pisau penyerut dan gading babi di lengkapi beberapa aksesoris seperti bulu hewan.gagang gaya terbuat dari kayu dan memiliki bentuk dan ukiran yang khas yang di lengkapi bulu/rambut dari hewan.inti dari gayang berupa besi tajam




BERIKUT INI ADALAH CARA DAN PROSES PEMBUATAN GAYANG :


a. Bahan

Besi atau baja. Bisa berupa besi pegas mobil, as mesin perahu tempel, gergaji mesin, dan sebagainya.


b. Peralatan

-Perapian atau tungku pembakaran

-Bak air untuk penyepuhan.

-Landasan berupa besi berkepala datar yang ditancapkan pada potongan batang kayu.

-Palu dalam berbagai ukuran.

-Penjepit.

-Betel.

-Pompa udara bermesin.

-Gurinda tangan dan gurinda mesin.

-Kikir.

-Gunting pemotong besi panas.

-Ketam baja.

-Slip mesin atau batu asahan.



PROSES PEMBUATAN GAYANG 


1 MEMBUAT BILA(BESI GAYANG)

• Menyiapkan bahan untuk membuat gayang yang berupa bilah-bilah besi dengan ukuran yang kira-kira sesuai dengan ukuran gayang yang akan dibuat.


Membakar lempengan besi hingga merah menyala, kemudian menempa besi tersebut menurut bentuk yang diinginkan. Lalu memasukkan lempengan besi ke dalam air dingin, lalu membakar dan menempanya kembali. Proses ini dilakukan berulang-ulang.


• Menggurinda gayang dengan gurinda mesin atau gurinda tangan sehingga memperoleh bentuk gayang yang sempurna.


• Menyepuh gayang.

Mengikir bentuk gayang tersebut untuk mendapatkan ketajaman.

Mengetam dengan ketam baja untuk menghaluskan gayang dan untuk menghilangkan bekas pukulan dan sepuhan.


• Menyelip dengan slip mesin untuk mengkilapkan permukaan gayang.

Mengetok dengan betel baja untuk menera hiasan pada gayang.



2.MEMBUAT HULU(pegang gayang)


Setelah pembuatan bilah selesai, langkah berikutnya adalah membuat hulu atau pegangan gayang. Bahan untuk membuat hulu gayang adalah kayu yang berserat, misalnya kayu jambu biji atau kayu mahar. Detail ukiran pada hulu biasanya langsung dikerjakan tanpa menggambar pola terlebih dahulu.


Bilah gayang dipasang pada hulu dengan cara menancapkan pangkalnya pada lubang di dataran hulu. Selanjutnya memberi getah malau pada lubang tersebut di sekeliling besi.



3.PEMBUATAN KUMPANG(Sarung/Tempat)


Kumpang dibuat dari kayu pantung. Akan lebih bagus lagi jika dibuat dari kayu mahar. Setelah bahan pembuat kumpang yang berupa bilah-bilah kayu diperoleh, langkah selanjutnya adalah memahat bagian dalam kayu tersebut. Bila kedua bilah kayu tersebut ditangkupkan akan didapatkan rongga pipih panjang sesuai ukuran bilah gayang. Setelah kedua bilah kayu tersebut tertangkup baik dan pas, selanjutnya diikat dengan rajutan dari kulit rotan tiga atau empat bagian. Tahap paling akhir adalah mengukir kumpang dengan ragam hias bentuk binatang seperti buaya atau ular.



Gayang terbagi menjadi 2 , ada gayang polos(tidak ada ukiran/motif) yang digunakan sehari-hari contohnya seperti menebang pohon,bercocok tanam,berburu,dan menjadi alat pertahanan diri. Ada juga gayang turun temurun (bermotif/ukiran) yang digunakan disaat tertentu seperti upacara adat dan ritual-ritual tertentu.


Masyarakat Tidung ialah contoh yang sangat menarik dari keberagaman budaya Indonesia dengan kehidupan yang berdampingan dengan alam sistem sosial yang solid kekayaan budaya adat keahlian dengan kerajinan tangan dan kesehatan terhadap tradisi dan mereka juga membentuk sebuah komunitas yang unik dan menadan menarik untuk kita pelajari salah satu pedang gaya yang tidak hanya digunakan dalam tempur fisik tetapi juga memiliki makna simbolis yang dalam sebagai simbol keberanian kehormatan dan identitas suku pedagang sering juga menyediakan dalam upacara adat atau peristiwa penting lainnya.





                                ~ TERIMA KASIH ~





Anggota kelompok 4 

- Adyaraka Nurfalah

- Nataniel suba

- Alexandro Desta .J

- Hamilton 

- Nabil

- M.Apdika Chandra 


Diuplod oleh:Nelson Sule



*REFERENSI*


https://bujangbarai.blogspot.com/p/cara-membuat-mandau.html?m=1

https://youtu.be/xeM3d4PC0Xs?si=xMm8DVi-njh-YFXL

https://images.app.goo.gl/gdDBCXtN6jHHKfPD9

https://images.app.goo.gl/Az16dfnUHrJsJzVM7

https://images.app.goo.gl/WXfCuaPSfbk5pQpR8

https://cdn.rri.co.id/berita/44/images/1701653941902-D/6jq9c5y3rahos7r.jpeg

https://images.app.goo.gl/ZRCSfFA3JQDfcWQ29

RUMAH ADAT TIDUNG


Pengertian


   Penelitian ini bertujuan untuk mngetahui dan mendeskripsikan tentang suku Tidung di Tarakan, dan tata krama yang berlaku pada suku Tidung,fungsi dan manfaat tata krama, perubahan-perubahan yang telah terjadi pada tata krama dan dampaknya terhadap tingkah laku. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Tidung adalah suku asli Kalimantan yang beragama Islam, atau bagian dari Dayak khususnya Dayak Murut di Tarakan, Kalimantan Utara. Nama Tidung juga menunjukkan kepada sebuah kerajaan yang kental dengan nuansa keislaman, yaitu kerajaan Tidung.


   Suku Tidung merupakan suku yang tanah asalnya berada di bagian Utara Kalimantan. Ia juga merupakan suku anak Negeri di Sabah. Jadi, Suku Tidumg merupakan suku bangsa yang terdapat di Indonesia maupun di Malaysia (Negeri Sabah). Dalam penelitian ini menemukan bahwa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat suku Tidung masih memelihara norma-norma atau aturan-aturan yang mereka sebut dengan tata krama. Tata krama itu berlaku baik di dalam kehidupan keluarga inti, keluarga luas dan di dalam masyarakat.


   Tata krama ini mengatur dalam sendi-sendi kehidupna masyarakat, diantaranya tata krama dalam bersalaman, tata krama dalam hal makan dan minum, tata krama berpakaian dan tata kraman dalam hal pelaksanaan upacara perkawinan. Namun, pada waktu sekarang ini, rupanya telah terjadi perubahan-perubahan masyarakat dalam bertata krama. Ada sebagian tata krama yang sekarang ini sudah di tiggalkan, bahkan yang lebih memperihatinkan lagi, anak muda sekarang sudah banyak yang meningggalkan tata krama yang sudah di tetapkan oleh masyarakat secara turun-temurun sejakdahulu kala. Hal ini dipacu oleh adanya kemajuan teknologi dan informasi, yang mengiringi anak-anak atau generasi muda lebih senang melaksanakan hal-hal dengan cara yang praktis dan instan, mereka tidak mau diatur secara ribet atau rumit.apabila hal ini dibiarkan berlarut-larut,maka akan sangat menghawatirkan terhadap kelestarian kebudayaan daerah Tidung khususnya, dan kebudayaan daerah-daerah yang ada pada umumnya.




ISI ARTIKEL RUMAH ADAT TIDUNG


1.Rumah Adat Tidung 


    Rumah Baloy adalah rumah adat khas Kalimantan Utara yang memiliki beberapa keunikan Nihh. Lantas, apa saja keunikannya?


   Digunakan Untuk Menyimpan Perahu


   Rumah adat Kalimantan Utara yang disebut dengan Rumah Baloy adalah rumah panggung, yang di kolong rumahnya sering menjadi tempat penyimpanan perahu.


   Perahu sering digunakan orang Suku Tidung karena tinggal di daerah pesisir, serta kebanyakan berprofesi sebagai nelayan atau pelaut.


   Rumah Baloy terbuat dari kayu ulin yang sangat keras dan memiliki ketahanan luar biasa.


   Tidak seperti kayu lainnya yang membusuk dalam air, kayu ulin malah akan semakin kuat sehingga sering disebut dengan kayu besi.Kayu ulin pada Rumah Baloy dihiasi oleh banyak ornamen bermotif burung, naga, bunga, sulur, gajah, ikan kerapu, dan berbagai tumbuhan.


 


2. Digunakan Untuk Berkumpul






   Arsitektur dari rumah adat Kalimantan Utara ini memang begitu unik meskipun sudah ada sentuhan modernnya.


   Rumah Baloy menghadap ke utara dan dibangun lebih tinggi serta berpijak pada tanah. Didirikannya rumah adat Kalimantan Utara ini bukanlah tidak ada fungsinya.


   Rumah ini dibangun memang tidak untuk ditinggali oleh suku Tidung, melainkan dijadikan sebagai tempat berkumpul.




3. Tempat Melaksanakan Acara


   Berbagai kegiatan yang berhubungan dengan adat sering kali

dilakukan di rumah adat Kalimantan utara ini.


   Selain itu rumah Baloy juga bisa difungsikan sebagai hunian

bagi kepala adat.


   Jika ada masalah masalah yang berkaitan adat,

maka rumah Baloy juga dijadikan sebagai lokasi untuk melakukan musyawarah bersama.


   Bukan hanya, rumah adat ini juga bisa dijadikan destinasi wisata budaya yang tak jarang juga akan menampilkan kesenian khas suku Tidung seperti Tari Jepen




4. Warisan Budaya Dengan Nilai Filosofis  



   Rumah adat Kalimantan Utara ini tentunya memiliki keunikan serta ciri khas yang juga mengandung banyak nilai filosofis.


   Hal inilah yang membuat rumah adat ini sebagai warisan budaya yang harus dijaga serta dilestarikan.

Filosofis yang terkandung juga tidak jauh menggambarkan kehidupan masyarakat dari Suku Tidung.


   Adanya ukiran dengan motif yang menggambarkan kehidupan laut pada bagian atap rumah dan bagian risplang juga membuat rumah ini tambah unik.


   Selain itu ruangan yang ada di dalam rumah Baloy memiliki fungsi yang sangat berkaitan erat dengan aktivitas kehidupan sosial pada masyarakat.


   Di mana menunjukkan jika masyarakat Tidung merupakan masyarakat yang berjiwa sosial dan mengutamakan musyawarah untuk menyelesaikan segala masalah.


   Ciri khas rumah adat Kalimantan Utara ini selanjutnya dalah letak bangunan yang menghadap ke bagian utara, Dengan pintu utamanya yang menghadap ke arah selatan.




KESIMPULAN


   Rumah adat Tidung dibangun dengan struktur rumah panggung dengan bahan kayu ulin dan beton, pada zaman dahulu struktur rumah adat Tidung didesain berbentuk rumah panggung karena untuk menghindari dari seruangan hewan buas dan untuk beradaptasi dengan kondisi alam yang berlahan gambut.


   Jumlah keseluruhan data yang diperoleh dari penelitian ini sebanyak 50 data. Data penelitian terdiri atas 18 data ikon yaitu antiplemangu dan kekanus, pari-pari, ukiran, motif bunga anggrek, memniyuku, sambulayang, disaw baloy, panji kapi, balou unod, baloy yampu, baloy denandu, baloy rung, baloy delaki, manuk delaki, burung dara. Terdapat 13 data indeks yaitu sungkul, bebungkol, tabur, busak dian, long soy, kuningan, silaw, ijaw, pulak, lia, mitom, galang tanok, dan nasi pengantin. Terdapat 19 data simbol yaitu tanduk galung, tugul, pepanggil, timbang sapor, padaw tuju dulung, ketan, telur, pisang hijau, gayang lingkuda, atap rumah, tembangan, tukad, pelayang, tiang panggaw, antakesuma, penduduk, busak dian, lugay, dan sedulang.


  Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa didalam rumah adat Tidung kota Tarakan terdapat berbagai jenis benda kebudayaan yang terdapat pada ruangan perempuan (baloy denandu), ruangan laki-laki baloy delaki), dan baloy unod, terdapat ukiran, arsitektur, warna, dan miniatur. Benda kebudayaan yang terdapat pada rumah adat bukan hanya sebagai pajangan saja namun juga terdapat makna dan filosofi pada benda ataupun warnanya. Filosofi tersebut menggambarkan pola kehidupan masyarakat suku Tidung dan terdapat makna yang mengandung unsur- unsur magis seperti masyarakat suku Tidung pada zaman dahulu memiliki kepercayaan yang dipercaya oleh nenek moyang mereka terdahulu dan menggunakan kekuatan magis untuk perlindungan diri serta perlindungan dari seruangan luar. Selain itu terdapat juga makna lain seperti menceritakan kehidupan masyarakat Tidung pada tempo dahulu, hal tersebut dapat kita temui pada bagian depan rumah adat terdapat ukiran disepanjang jalannya serta menceritakan tentang keramahan, kerukunan, mata pencaharian, teguh, dan adat istiadat.




PENUTUP


  Demikianlah penjelasan mengenai rumah adat Kalimantan Utara yakni rumah Adat Tidung atau (Rumah Baloy),


   semoga penjelasan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sekaligus mengenal dengan rumah adat yang berada di Kalimantan Utara ini, dan semoga penjelasan ini dipahami dengan baik oleh Masyarakat di luar sana.




LINK PENGAMBILAN DATA


Pengertian :


http://perpustakaanbpnbjabar.kemdikbud.go.id/index.php?p=show_detail&id=2636




ISI :


https://www.orami.co.id/magazine/rumah-adat-kalimantan-utara.




KESIMPULAN :


https://repository.ubt.ac.id/repository/UBT02-10-2023-140450.pdf




Yang mempublikasikan: JERICHO ISA BULU LANGI

Senin, 20 Mei 2024

PAKAIAN ADAT SUKU TIDUNG

 “KEARIFAN LOKAL”

Pakaian Adat Suku Tidung

Kata Pengatar

           

        Indonesia Merupakan Bangsa Majemuk Yang Terdiri Atas Berbagai Suku Bangsa.Merujuk kepada Sensus Penduduk Oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Pada 2010.Indonesia Memiliki Sekitar 1340 Suku Bangsa.Setiap Suku Memiliki Ciri Khas Dan Keunikan Masing-Masing.Meskipun Unik Dan Berbeda-Beda Tetapi Tetap Satu Indonesia.Suku Bangsa Adalah Pembedaan Suatu Golongan Sosial Dalam Sistem Sosial.Pengertian Suku Bangsa Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesi (KBBI) Adalah Kesatuan Sosial Yang Dapat Dibedakan Dari Kesatuan Sosial Lain Berdasarkan Kesadaran Akan Identitas Perbedaan Kebudayaan Khususnya Bahasa.Secara Umum,Suku Bangsa Adalah Suatu Golongan Manusia Yang Mengidentifikasi Dirinya Dengan Sesama Berdasarkan Garis Keturunan Yang Dianggap Sama Dengan Merujuk Ciri Khas Seperti Budaya,Bangsa,Bahasa,Agama,Dan Perilaku.Suku Bangsa Adalah Golongan Sosial Yang Dibedakan Dari Golongan-Golongan Sosial Lainnya,Karena Mempunyai Ciri-Ciri Yang Paling Berdasar Dan Umum Yang Berkaitan Dengan Asal-Usul,Tempat Asal,Serta Kebudayaan.


      

       Salah Satu Suku Bangsa Indonesia Adalah Suku Tidung.Suku Tidung Berasal Dari Bagian Utara Pulau Kalimantan,Suku Ini Merupakan Suku Asli Kalimantan,Suku Ini Merupakan Suku Asli Kalimantan Yang Mana Dulu Pernah Memiliki Kerajaan Yang Disebut Kerajaan Tidung.Namun,Kerajaan Tidung Punah Akibat Politik Adu Domba Dari Pihak Belanda.Suku Tidung Adalah Salah Satu Suku Asli Nunukan Yang Menganut Agama Islam Dan Mengakui Bahwa Dirinya Meupakan Orang Dayak.Hal Ini Berbeda Dengan Suku-Suku Lainnya Yang Telah Memeluk Islam Biasanya Tidak Menganggap Diri Mereka Sebagai Orang Dayak.Saat Ini,Orang-Orang Tidung Tersebar Di Sepanjang Wilayah Timur Laut Pulau Kalimantan Dan Pulau-Pulau Kecil Sekitarnya.Diantaranya Yaitu Kacamatan Bulukan Dan Kecamatan Sebatik Barat.Orang Tidung Memiliki Bahasa Daerah Yang Mirip Dengan Melayu.Karena Wilayahnya Yang Dekat Dari Malaysia.Kelompok Bahasa Tidung Teridiri Dari Bahasa Tiudng,Bulungan,Kalabakan Dan Murut Serudung.Suku Tidung Juga Memiliki Pakaian Adat Yang Digunakan Pada Saat Upacara Adat Dan Pernikahan.Pada Baju Adat Tidung Yang Bewarna Cerah Dan Mencolok Ternyata Memiliki Filosofi.Warna Merah Memiliki Makna Ketegasan Dan Keberanian Sedangkan Warna Kuning Mempunyai Makna Sesuatu Yang Ditinggikan Atau Dimuliakan



Pakaian Laki-Laki

           Salah Seorang Tokoh Masyarakat Adat Tidung Di Kabupaten Nunukan. H.Sura'i Menjelaskan, Sina Beranti Merupakan Pakaian Adat Suku Tidung Yang Dikenakan Oleh Pengantin Laki-Laki. Sina Beranti Memiliki Berbagai Aksesoris Seperti Mahkota Yang Dikenakan Di Kepala Dengan Nama Jamong Melaka Yang Dahulu Digunakan Oleh Para Raja Suku Tidung Dan Memiliki Makna Sebagai Penangkis Marabahaya, Penutup Dada Yang Bernama Kandi Yang Bermakna Sebagai Pertahanan Yang Melindungi Pemakainya Dari Serangan Yang Terlihat Maupun Tidak Terlihat. Selain Mahkota Dan Penutup Dada Terdapat Pula Gelang Lengan Atas Dimana Lengan Pengantin Suku Tidung Juga Ada Gelang Yang Disebut Kalid Sebagai Ornamen Lain Dari Sina Beranti, Kalid Adalah Simbol Pertahanan Dan Benteng Yang Kuat Untuk Keamanan, Juga Perlindungan Dari Gangguan, Ada Juga Gelang Tangan Makna Dari Gelang Ini Adalah Agar Pengantin Nantinya Menjadi Pemimpin Harus Bertangan Dingin Dan Tidak Menyalahgunakan Kekuasaan Yang Dimilikinya. Gelang Kaki Juga Memiliki Makna Yaitu Keseimbangan Dan Harmoni, Perlindungan Spiritual, Identitas Budaya, Keanggunan Dan Keangkuhan. Selendang Merupakan Salah Satu Elemen Penting Dalam Baju Adat Tidung, Selendang Dalam Baju Adat Tidung Pada Laki-Laki Bermakna  Yang Melambangkan Keberanian, Kekuatan, Dan Status Sosial Dalam Masyarakat Tidung. Kris Adalah Senjata Tradisional Yang Memiliki Makna Dan Simbolisme Penting Dalam Budaya Indonesia, Termasuk Dalam Baju Adat Tidung,Dalam Konteks Baju Adat Tidung, Kris Biasanya Ditempatkan Di Bagian Depan Atau Pinggang Baju Sebagai Hiasan. Kris Memiliki Makna Simbolis Sebagai Perlambang Keberanian, Kehormatan, Dan Status Sosial. Kris Juga Melambangkan Kekuatan Spiritual Dan Perlindungan Dari Roh Jahat. Selain Itu, Kris Juga Di Anggap Sebagai Pusaka Keluarga Yang Di Wariskan Dari Generasi Ke Generasi.




Pakaian Perempuan


        Selain Baju Sina Beranti Pakaian Yang Digunakan Laki-Laki. Adapun Yang Di Gunakan Oleh Wanita Pakaian Tersebut Bernama Antakusuma Yang Merupakan Pakaian Adat Yang Biasa Digunakan Oleh Pengantin Perempuan Suku Tidung Yg Diperkirakan Sudah Sejak Jaman Kerajaan Tidung. Antakusuma Memiliki Berbagai Macam Aksesoris Yang Dikenakan Seperti Mahkota Yang Memiliki Makna Untuk Mendatangi Rejeki, Kedamaian, Dan Kesejahteraan, Selendang Yg Memiliki Makna Kesuburan,Keibuan, Kehormatan, Dan Kesucian,Gelang Sulou Memiliki Makna Seperti Wapak Yg Artinya Doa-Doa Agar Berbagai Keputusan Yang Diambil Mendapatkan Restu Dari Tuhan.


Kesimpulan


           Suku Tidung Merupakan Salah Satu Suku Yang Tanah Asalnya Berada Dibagian Utara Pulau Kalimantan Yang Mayoritas Masyarakatnya Beragama Islam Dan Hidup Dengan Budaya Pesisir. Semula Suku Tidung Memiliki Kerajaan Yang Disebut Kerjaan Tidung, Akan Tetapi Kerajaan Tidung Punah Karena Adanya Politik Adudomba Oleh Pihak Belanda.Pada Perkembangannya, Suku Tidung Ulun Pagun Juga Memiliki Identitas Lain Yang Sampai Saat Ini Masih Tetap Dilestarikan Oleh Masyarakatnya, Salah Satunya Adalah Pakaian Adat.Pakaian Adat Ulun Pagun Terdiri Dari Pelimbangan Dan Kurung Bantut (Pakaian Sehari-hari), Selampoy (Pakaian Adat), Talulandom (Pakaian Resmi), Dan Sina Beranti (Pakaian Pengantin).


Link Informasi

1.Paragraf Pertama:

https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-suku-bangsa-dan-ciri-cirinya/

2.Paragraf Kedua:

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5559299/asal-usul-dan-kebudayaan-suku-tidung-dari-kalimantan-utara

3.Paragraf Ketiga:

https://www.rri.co.id/nunukan/daerah/428478/sina-beranti-pakaian-adat-suku-tidung-yang-penuh-arti#:~:text=Seperti%20Sina%20Beranti%2C%20pakaian%20pengantin,dikenakan%20oleh%20pengantin%20laki%2Dlaki

4.Paragraf Keempat:

https://www.rri.co.id/hiburan/437966/pesona-antakusuma-khas-nunukan

5.Kesimpulan:

https://tanatidungkab.go.id/pustaka-3522-Pakaian-Adat-Tidung-Kalimantan-Utara-jpg-

Nama Kelompok 3:

1.Alfathia Nurfildza

2.Keyza Miranda Doni

3.Nita Thalita

4.Rihadatul’Aisy.A.P

5.Zuliana Elvara.L.M

6.Ketrin



Yang mempublikasikan: Yusuf Rendi 


Senin, 13 Mei 2024

MENGENAL ALAT MUSIK KHAS SUKU TIDUNG/DAYAK GAMBUS


PERKENALAN


INDONESIA adalah negara kepulauan terbesar didunia. Dikutif dari Detik.com INDONESIA menduduki peringkat 6 negara dengan pulau terbanyak didunia. Dengan total 17.000 pulau tentu membuat INDONESIA beragam akan suku,budaya,dan adat istiadat. 

Nah dari sekian. banyaknya suku di INDONESIA tahukah kamu terdapat suku yang berasal dari Kalimantan Utara yang bernama suku TIDUNG. Suku Tidung ini dipercaya sudah menetap di INDONESIA sejak tahun 1551 sampai 1916. Suku ini merupakan suku asli Kalimantan, yang mana dulu pernah memiliki kerajaan yang disebut Kerajaan Tidung. Namun, Kerajaan Tidung punah akibat politik adu domba dari pihak Belanda. 

Suku tidung memiliki baju adat,alat musik,tarian,dllnya sendiri yang membuat suku ini punya ciri khasnya sendiri. Salah satu contoh alat musik khas suku tidung adalah GAMBUS. Kamu pasti penasarankan apa itu GAMBUS. Isi dari blog ini adalah pemaparan pengetahuan tentang alat musik khas suku dayak/tidung yang bernama GAMBUS 


Berikut foto alat musik GAMBUS:


Kami berharap Blog ini dapat bermanfaat bagi mereka yang ingin mencari tahu tentang alat musik khas suku Tidung/dayak yang bernama GAMBUS. Namun, kami menyadari bahwa blog ini tak lepas dari yang namanya kekurangan. Oleh karena itu, jika ada informasi atau ada kata kata yang menyinggung pihak manapun. kami menyampaikan permohonan maaf serta terbuka untuk kritik dan saran demi perbaikan di masa mendatang.


Hal hal yang akan kami bahas disini adalah sebagai berikut:

1. SEJARAH ALAT MUSIK GAMBUS

2. CARA MEMBUAT ALAT MUSIK GAMBUS

3. CARA MEMAINKAN ALAT MUSIK GAMBUS

4. FUNGSI/MANFAAT ALAT MUSIK GAMBUS


SEJARAH ALAT MUSIK GAMBUS

Gambus merupakan alat musik petik. Alat musik ini dipengaruhi dari daerah Timur Tengah dan dibawa oleh orang Timur Tengah yang dulu datang ke Kalimantan untuk menyebarkan agam Islam, sehingga orang melayu kebanyakan beragama Islam


CARA MEMBUAT ALAT MUSIK GAMBUS

Pembuatan gambus tradisional suku Tidung melibatkan beberapa bahan dan proses sebagai berikut:

BAHAN BAHAN:

1.Kayu nangka atau kayu lain yang keras dan ringan, untuk membuat badan gambus.

2.Kulit kambing atau kulit hewan lain, untuk membuat membran/senar gambus.

3.Rotan atau bahan lain untuk membuat leher gambus.

4.Benang atau tali untuk mengikat kulit pada badan gambus.


PROSES PEMBUATAN:

1.Memilih dan memotong kayu nangka atau kayu lain yang sesuai untuk membuat badan gambus.

2.Membentuk badan gambus dengan ukiran atau hiasan khas suku Tidung.

3.Memasang leher gambus yang terbuat dari rotan atau bahan lain.

4.Memasang kulit hewan (biasanya kulit kambing) pada bagian atas badan gambus untuk membuat membran/senar.

5.Mengikat kulit tersebut dengan benang atau tali agar terpasang dengan kuat.

6.Membuat lubang suara pada badan gambus.

7.Memasang senar gambus yang terbuat dari benang atau tali.

Proses pembuatan gambus tradisional suku Tidung membutuhkan keahlian khusus dan biasanya dilakukan oleh pembuat alat musik tradisional yang berpengalaman. Hasil akhirnya adalah sebuah alat musik gambus khas suku Tidung yang memiliki suara dan tampilan unik.

Untuk info yang lebih jelasnya silahkan tonton vidio youtube ini: https://youtu.be/xa6ZeHIKPJo?si=d5YPz8JXfRsc-XH2


CARA MEMAINKAN:

Dalam memainkan gambus, terdapat beberapa teknik dasar yang perlu dikuasai, antara lain:

1.MEMEGANG GAMBUS:


  •Pegang gambus dengan tangan kiri di bagian leher, dengan jari-jari tangan kiri menekan senar.

  •Tangan kanan digunakan untuk memetik senar gambus.

2.MEMETIK SENAR:

  •Gunakan ibu jari tangan kanan untuk memetik senar gambus.

  •Petik senar dengan gerakan ke atas dan ke bawah secara bergantian.

  •Variasikan pola petikan untuk menghasilkan ritme dan melodi yang berbeda.

3.TEKNIK PERMAINAN:

  •Mainkan gambus dengan memadukan petikan tangan kanan dan penekanan jari tangan kiri pada senar.

  •Gunakan berbagai variasi petikan, seperti petikan tunggal, petikan ganda, atau petikan arpeggio.

  •Sesuaikan pola permainan dengan irama dan lagu yang dimainkan.

4.IMPROVIASISASI DAN VARIASI:

  •Kembangkan improvisasi dengan memainkan berbagai variasi nada, ritme, dan teknik petikan.

  •Eksplorasi kemungkinan-kemungkinan baru dalam memainkan gambus untuk menghasilkan permainan yang unik dan khas.

Untuk info lebih lanjut silahkan nonton link dibawah ini: https://youtu.be/Mp9PGiFAXIU?feature=shared

Selain teknik dasar, pemain gambus juga perlu memahami repertoar dan gaya permainan tradisional suku Tidung. Hal ini penting untuk menjaga keaslian dan kekhasan permainan gambus sebagai alat musik tradisional.


FUNGSI/MANFAAT:

Gambus merupakan salah satu alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik. Alat musik ini memiliki fungsi sebagai pengiring tarian zapin dan nyanyian pada waktu diselenggarakan pesta pernikahan atau acara syukuran.


KESIMPULAN

Gambus adalah alat musik petik tradisional yang berasal dari suku Tidung, sebuah suku yang tinggal di wilayah Kalimantan Utara, Indonesia. Gambus khas suku Tidung memiliki suara dan tampilan unik yang mencerminkan identitas budaya suku Tidung. Alat musik ini masih digunakan dalam berbagai acara dan upacara adat suku Tidung hingga saat ini, menjadikannya salah satu warisan budaya yang penting untuk dilestarikan.


REFERENSI ISI

https://www.brainacademy.id/blog/menyusun-kata-pengantar

https://www.ambau.id/2017/10/gambus-musik-islam-bagi-masyarakat.html?m=1

Ai

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5559299/asal-usul-dan-kebudayaan-suku-tidung-dari-kalimantan-utara


REFERENSI GAMBAR

https://images.app.goo.gl/Q1B9LddZWLUsDWph6

https://images.app.goo.gl/5BFN1dqCdookWzHK9

https://images.app.goo.gl/JRTeKVUArfwPcu7k7

https://images.app.goo.gl/YiBBZuvDEFCp8ySJ9

https://images.app.goo.gl/cv6wMEyz5htkYeZbA

ANGGOTA KELOMPOK:

1.MUHAMMAD FAHRI

2.YUSUF RENDI

3.MUHAMMAD NAUFAL F.R

4.HENDRIK SARONG ALLO

5.NELSON SULE

6.JERICHO ISA BULU LANGI


Dipublikasikan oleh : MUHAMMAD FAHRI